Perencanaan Produksi Ekspor dan Impor, Tujuan dan Komoditas

Perencanaan Produksi Ekspor dan Impor
Weakendo - Sebagian besar dari anda pasti sudah tidak asing lagi mendengar kalimat Ekspor dan Impor atu belajar tentang pengertian Ekspor dan impor. Kegiatan ekspor dan impor ini memiliki peranan yang penting dalam suatu negara dan erat kaitanya dengan kegiatan ekonomi pada suatu negara.

Sederhananya, Pengertian ekspor adalah suatu kegiatan menjual produk barang atau jasa ke luar negeri. Sedangkan impor adalah kegiatan membeli suatu produk atau barang dari luar negeri.

Perencanaan Produksi ekspor dan Impor

Aktivitas menjual barang dari dalam negeri ke luar negeri disebut sebagai ekspor. Sebaliknya, aktivitas menjual barang dari luar negeri ke dalam negeri disebut impor.  Pihak yang akan melakukan ekspor maupun impor dapat dilakukan oleh antar individu (perseorangan), individu dengan pemerintah, maupun pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lainya.

Orang yang akan mengeluarkan barang atau melakukan kegiatan ekspor disebut dengan eksportir. Lalu pihak yang akan mendatangkan barang dari luar disebut importir. 

Contoh ekspor Indonesia adalah pengiriman minyak sawit atau CPO ke negara-negara Eropa dan Timur Tengah. Beberapa komoditas andalan ekspor Indonesia antara lain kopi, karet, rotan, kayu, tekstil, ikan, udang, dan sebagainya

Dalam perdagangan internasional, kegiatan ekspor dan impor diawasi dan diurusi oleh badan pabean atau customs. Pabean di Indonesia yakni Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di bawah Kementerian Keuangan memungut bea atas barang yang keluar dan masuk.

Semua negara tentunya menginginkan ekspor lebih besar dibandingkan impor. Semakin besar ekspor, maka semakin banyak pula keuntungan yang diperoleh dalam bentuk cadangan devisa. Peluang produk masyarakat Indonesia menembus pasar internasional sangat besar karena didukung oleh letak strategis sebagai jalur utama perdagangan Internasional. 

Tujuan Impor

Kegiatan impor memiliki tujuan yang berkebalikan dengan ekspor. Impor bermanfaat mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Selain itu, kegiatan ekspor dan impor bermanfaat membangun komunikasi dan kerja sama antarnegara. Negara yang saling berdagang harus berhubungan baik.

Impor juga bertujuan menambah neraca pembayaran dan menurunkan keluarnya devisa ke negara lain. Impor akan membantu menambah potensi negara memperoleh bahan baku, produk, dan layanan yang jumlahnya terbatas di dalam negeri. Secara tidak langsung, impor dapat mendorong stabilitas negara.

Tujuan Ekspor

Ada beberapa manfaat ekspor yang dapat dirasakan baik eksportir maupun negara. Berikut penjelasannya.

A. Industri Dalam Negeri Bertumbuh

Ekspor adalah kegiatan dagang dalam lingkup global yang dapat mendorong demand produksi dari dalam negeri. Dengan demikian, dapat membuat industri-industri lain menjadi besar.

Dengan bertambahnya demand ekspor terhadap produk tertentu, akan berpengaruh ke industri domestik. Maka dari itu, muncullah iklim industri yang lebih baik.

Negara pengekspor tersebut juga dapat bersaing dalam lingkup pasar global. Negara itu juga mampu bersaing secara ketat apabila melakukan perdagangan.

B. Mengendalikan Harga Produk

Ekspor membuat negara dapat menggunakan kelebihan hasil produksi barangnya. Dengan demikian negara dapat mengontrol harga produk tersebut di pasar domestik.

Jika suatu barang diproduksi berlebihan, barang tersebut akan dihargai murah. Maka dari itu, negara harus mengekspor kelebihan barangnya ke negara lain yang membutuhkan atau kekurangan produksi barang.

C. Menambah Devisa

Kegiatan ekspor akan membantu mengembangkan ekonomi negara. Ekspor membuat peluang baru dalam pasar global untuk menambah investasi, menambah devisa, serta memperluas pasar dalam negeri.

Komoditas Ekspor Indonesia

Indonesia memiliki beberapa komoditas utama yang menjadi ekspor. Berikut penjelasannya.

1. Karet

Indonesia adalah penghasil karet terbanyak kedua secara global. Maka dari itu, karet dijadikan salah satu komoditas utama di Tanah Air. Karet yang diproduksi di Indonesia dikirimkan ke berbagai negara, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, hingga Jepang.

2. Tekstil

Tekstil juga menjadi salah satu komoditas yang menghasilkan devisa besar bagi Indonesia.

3. Kelapa Sawit

Kelapa sawit dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, seperti produksi sabun, minyak goreng, dan produk kosmetik. Kebanyakan minyak sawit yang diekspor dalam bentuk palm kernel oil dan minyak. Umumnya minyak sawit dikirim dalam skala banyak ke Pakistan, Tiongkok, dan India.

4. Hasil Hutan

Indonesia adalah negara tropis yang terkenal sebagai "paru-paru dunia" karena kekayaan hutannya. Industri kayu di Indonesia sangat terkenal. Contoh hasil hutan yang diekspor adalah kayu serta pulp kertas.

5. Coklat

Indonesia merupakan penghasil biji coklat ketiga di dunia. Biji coklat ini dapat diolah menjadi coklat atau panganan lain.

Demikianlah Perencanaan  Produksi Ekspor dan Impor, Pembahasan ini sangat penting untuk anda pahami, terlebih lagi jika perusahaan anda adalah perusaan yang melakukan kegiatan Ekspor dan Impor.

Next Post Previous Post